Ilmu
Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan
pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik
diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang
dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh
mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari
epistemologi.
Dengan langkah-langkah sistematis, maka akan menghasilkan pengetahuan
ilmiah atau ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dihasilkan berdasarkan pada
bukti yang dapat diuji. Bukti adalah pengamatan faktual yang dapat dilihat,
ditimbang, dihitung, dan diperiksa ketelitiannya oleh pengamat lain. Oleh
karena itu, suatu pengetahuan tidaklah sertamerta dapat diterima oleh
masyarakat sebagai suatu kebenaran. Kebenaran pengetahuan yang dirumuskan
seseorang akan diuji oleh orang lain melalui pengamatan terhadap objek yang
sama. Hasil pengamatan itu akan dibandingkan dengan pengamatan yang sudah ada,
kemudian ditarik kesimpulan. Di sini akan ditemukan apakah pengetahuan yang
sudah ada benar atau tidak. Pernahkah anda melakukan aktivitas tersebut?
Bagaimana proses lahirnya ilmu pengetahuan? Proses kelahiran suatu ilmu
pengetahuan berawal dari rasa ingin tahu manusia terhadap sesuatu hal. Oleh
karena itu, manusia melakukan berbagai upaya untuk mengetahuinya. Kemudian
hasil penelitian disampaikan kepada masyarakat untuk dibuktikan
kebenarannya.
Jadi, ilmu pengetahuan dapat diartikan sebagai kumpulan pengetahuan yang
disusun secara sistematis, yang diperoleh dari aktivitas berpikir manusia
melalui metode tertentu yang kebenarannya dapat diuji secara kritis oleh orang
lain. Metode tertentu dalam menemukan pengetahuan ilmiah disebut metode ilmiah.
Di mana metode ilmiah mensyaratkan asas dan prosedur tertentu yang disebut
kegiatan ilmiah misalnya penalaran, studi kasus, dan penelitian.
Menurut Suriasumantri (www.unhas.ac.id), penalaran merupakan suatu proses
penemuan kebenaran di mana tiap-tiap jenis penalaran mempunyai kriteria
kebenarannya masing-masing. Penalaran dapat pula diartikan sebagai suatu proses
berpikir dalam menarik suatu kesimpulan yang benar dan bukan hasil perasaan. Oleh
karenanya, terdapat dua proses berpikir dalam penalaran yaitu berpikir logis
dan analisis. Berpikir logis adalah kegiatan berpikir menurut pola, alur dengan
kerangka tertentu (frame of logic), yaitu menurut logika deduksi-induksi,
rasionalis-empiris, abstrak-konkret, apriori-aposteriori. Sedangkan berpikir
analisis adalah konsekuensi dari adanya suatu pola berpikir analisis-sintesis
berdasarkan langkah-langkah tertentu (metode ilmiah/penelitian)
Seperti pada pembahasan sebelumnya bahwa ilmu pengetahuan berasal
dari rasa ingin tahu yang kemudian dibuktikan dan diuji oleh orang lain. Namun,
tidak semua pengetahuan dinamakan ilmu. Pengetahuan yang diangkat sebagai ilmu
mempunyai sifat-sifat sebagai berikut.
a. Rasional
Ilmu pengetahuan didasarkan atas kegiatan berpikir secara logis dengan
menggunakan rasa (nalar) dan hasilnya dapat diterima oleh nalar manusia.
b. Objektif
Kebenaran yang dihasilkan suatu ilmu merupakan kebenaran pengetahuan yang
jujur, apa adanya sesuai dengan kenyataan objeknya, serta tidak tergantung pada
suasana hati, prasangka, atau pertimbangan nilai pribadi. Objek dan metode ilmu
tersebut dapat dipelajari dan diikuti secara umum. Kebenaran itu dapat
diselidiki dan dibenarkan oleh ahli lain dalam bidang ilmu tersebut melalui
pengujian secara terbuka yang dilakukan dari pengamatan dan penalaran fenomena.
c. Akumulatif
Ilmu dibentuk dengan dasar teori lama yang disempurnakan, ditambah, dan
diperbaiki sehingga semakin sempurna. Ilmu yang dikenal sekarang merupakan
kelanjutan dari ilmu yang dikembangkan sebelumnya. Oleh karenanya, ilmu
pengetahuan bersifat relatif dan temporal, tidak pernah mutlak dan final. Dengan
demikian, ilmu pengetahuan bersifat dinamis dan terbuka.
d. Empiris
Kesimpulan yang diambil harus dapat dibuktikan melalui pemeriksaan dan
pembuktian pancaindra, serta dapat diuji kebenarannya dengan fakta. Hal ini
yang membedakan antara ilmu pengetahuan dengan agama.
e. Andal dan Dirancang
Ilmu pengetahuan dapat diuji kembali secara terbuka menurut persyaratan
dengan hasil yang dapat diandalkan. Selain itu, ilmu pengetahuan dikembangkan
menurut suatu rancangan yang menerapkan metode ilmiah.
Klasifikasi Ilmu
Apabila kita berbicara mengenai ilmu pengetahuan, apa yang terlintas dalam
pikiran anda? Suatu mata pelajaran. Memang tidak dapat dipungkiri dari sekian
banyak mata pelajaran yang kita pelajari di sekolah adalah ilmu pengetahuan. Ini
berarti ilmu pengetahuan yang ada di dunia jumlahnya sangat banyak. Lantas,
dari sekian banyak ilmu pengetahuan yang berkembang, bagaimana kita
mempelajarinya?
Para ahli telah memikirkan semua itu, sehingga dibuatlah pengelompokan ilmu
pengetahuan. Secara umum ilmu pengetahuan dapat dibedakan menjadi dua kelompok.
Yaitu ilmu pengetahuan yang didasarkan atas objek atau bidang kajian (M. Nata
Saputra, S.H.) dan didasarkan pada tujuan pengkajiannya.
A. Ilmu pengatahuan
yang didasarkan atas objek atau bidang kajian antara lain, ilmu pengetahuan
alam (natural sciences), ilmu pengetahuan sosial (social sciences), dan ilmu
pengetahuan budaya (humanistics study).
1) Ilmu pengetahuan alam (natural sciences)
Ilmu pengetahuan alam (natural sciences)
merupakan ilmu yang mempelajari gejala-gejala alam, baik hayati maupun
nonhayati. Yang termasuk dalam ilmu
ini adalah biologi, fisika, kimia, dan lain-lain.
2) Ilmu pengetahuan sosial (social sciences)
Ilmu pengetahuan sosial (social sciences) adalah ilmu yang mengkaji
kehidupan bersama manusia dengan sesamanya seperti, antropologi, sosiologi,
ekonomi, dan lain-lain.
3) Ilmu pengetahuan budaya (humanistics study)
Ilmu pengetahuan budaya merupakan ilmu yang mempelajari manifestasi atau
perwujudan spiritual dari kehidupan bersama manusia.
B. Ilmu pengatahuan
yang didasarkan pada tujuan pengkajiannya dikelompokkan menjadi ilmu murni
(pure sciences) dan ilmu terapan (applied sciences).
1) Ilmu murni (pure sciences)
Ilmu murni (pure science) merupakan suatu ilmu yang bertujuan mendalami
teori untuk memajukan atau memperkaya khazanah ilmu tersebut. Contoh, seseorang
ingin menguji kebenaran teori konflik yang dikemukakan oleh Ralp Dahrendorf. Menurutnya
(sebagaimana dikutip George Ritzer: 2003), setiap perubahan-perubahan yang
terjadi dalam masyarakat akan menimbulkan pertentangan yang mengakibatkan
terganggunya keseimbangan masyarakat. Berdasarkan teori itulah seseorang
melakukan sejumlah penelitian untuk membuktikan kebenaran teori tersebut. Hasil
dari penelitian itu akan menghasilkan suatu ilmu yang termasuk ilmu murni
atau pure science.
2) Ilmu terapan (applied sciences)
Ilmu terapan (applied science) merupakan
ilmu pengetahuan yang digunakan untuk memecahkan masalah-masalah praktis,
sehingga dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Misalnya,
akhir-akhir ini di Indonesia
disibukkan dengan bencana gempa dan gelombang tsunami yang melanda di sebagian
besar wilayahnya. Mulai Aceh, Lampung, Ciamis, Cilacap, Bantul, Singaraja,
bahkan Minahasa. Akibatnya, ketenangan masyarakat menjadi terganggu, rasa
ketakutan menyelimuti hampir seluruh warga pesisir pantai. Oleh karena itulah para geolog, ahli demografi,
dan pengamat gempa bekerja sama mencari penyebab-penyebab terjadinya gempa. Berdasarkan
hasil penelitian tersebut berbagai saran dan solusi disebarluaskan kepada
masyarakat luas sebagai upaya antisipasi dan diajukan kepada pemerintah supaya
masalah tersebut ditindaklanjuti.
Sedangkan Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan
pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :
a. Ilmu-ilmu
Alamiah ( natural scince ). Ilmu-ilmu
alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam
semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan
menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat
analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian
digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 5
benar dan 100 5 salah.
b. Ilmu-ilmu sosial ( social
scince ) . ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan
yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan
metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya
tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam
hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat.
c. Pengetahuan budaya (
the humanities ) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan
yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan
peristiwa-peristiwa dan kenyataankenyataanyang bersifat unik, kemudian diberi
arti. Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang
mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat
dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai hiding keahlian lain, seperti seni tari,
seni rupa, seni musik,dll. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities)
adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian
umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah
manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain IBD menggunakan
pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya
untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji
masalah masalah manusia dan kebudayaan.
source:
Vina Dwi Laning, (2009), Sosiologi untuk Kelas X
SMA/MA, Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
http://bukancuma.com/pengertian-ilmu-sosial-dan-dasar-budaya/


