Friday, 15 June 2012

PENGALAMAN HIDUP


Pengalaman ketika Shalat Ashar

Pengalaman ini saya alami ketika saya tengah melaksanakan Shalat Ashar beberapa waktu yang lalu. Seperti biasanya saya suka tidur siang sejenak setelah Shalat Dzuhur, namun hari itu saya tidur agak kelamaan, dan terbangun sekitar jam 16.30 sore. Saya agak kaget ketika itu, karena hari sudah sangat sore dan saya belum Shalat Ashar.
Di sebelah saya lihat anak saya sedang asyik nonton film sore kesukaannya dan istri saya tengah sibuk dengan kegiatan sorenya. Saya pun tidak langsung beranjak ke kamar mandi untuk berwudhu, melainkan duduk sebentar (+ 5menit) sambil ikut nonton acara TV yang sedang ditonton oleh anak saya.
Setelah merasa sudah benar-benar 'bangun', saya langsung ke kamar mandi untuk berwudhu  dan langsung Shalat Ashar.
Dan begini detail singkat ceritanya:
1. Raka’at pertama
Setelah membaca Al-Fatihah dan sebelum meneruskan dengan surat pendek yang saya hapal, saya berdo’a dalam hati. ”Ya Allah.. akhir-akhir ini hamba suka membaca terjemahan dari ayat-ayat Qur’anMu, bimbinglah hamba ya Rabb.. agar hamba tidak salah dalam memahaminya.” Kira-kira begitu isi do’anya. Lalu kemudian saya lanjutkan dengan membaca sebuah surat pendek dari Al-Qur’an.
Memang beberapa hari sebelumnya saya sedang asyik-asyiknya membaca terjemahan Al-Qur’an sambil membuat bookmark untuk ayat-ayat yang saya anggap menarik.
2. Raka’at kedua
Pada saat saya sedang ruku', tanpa sadar saya mendengar sebuah kata dalam bahasa inggris dari dialog acara TV yang sedang ditonton anak saya, dan tanpa disadari pula saya jadi memikirkan kata tersebut sambil membayangkan, ”Cocoknya kata itu kalo dijadikan kalimat, kalimatnya bagaimana yaa..??” Namun kemudian saya tersadar “astaghfirullaah” pikiran saya kok kemana-mana, dan saya pun berusaha untuk fokus lagi dengan bacaan shalat selanjutnya.
3. Raka’at ketiga
Pada saat saya sedang duduk diantara dua sujud dan setelah selesai membaca do’a-do’anya, saya tiba-tiba teringat sebuah ayat Al-Qur’an yang begini isinya. ”Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada manusia yang diberi ilmu.”
4. Raka’at keempat
Pada saat saya sedang sujud yang pertama, setelah membaca do’anya, tiba-tiba saya mengalami sebuah perasaan yang kuat sekali akan adanya neraka. Seolah-olah saya sedang “melihatnya”, namun tidak secara visual (tidak dengan mata), tapi sungguh sangat jelas sekali dan sangat nyata. Bahkan lebih nyata dari kulit saya sendiri, lebih nyata dari hujan yang ketika itu sedang turun, lebih nyata dari anak dan istri yang ada di sebelah saya. Dan seketika itu pula saya menangis sejadi-jadinya, tanpa sanggup saya menahannya, karena pengalaman itu semakin jelas dan kuat merasuk.
Ketika itu yang seolah-olah saya “lihat” adalah.. demi Allah tidak akan ada seorang atau sesuatu pun yang sanggup masuk kedalam”nya”.., dan yang membuat saya semakin ngeri pada saat itu adalah benar-benar sangat terasa bahwa yang namanya “penyesalan” itu sama sekali tidak akan berguna di neraka. Namun neraka itu sendiri benar-benar sangat penuh sekali dengan rasa “sesal”.., dan bukan gejolak api atau bentuk visual fisik lainnya yang muncul pada saat itu..
Dalam hati saya berteriak-teriak menyatakan, “Ya Allaaah..cukuuup..cukup sudah Engkau perlihatkan ini kepada hamba. Hamba yakin ya Allaaah..hamba yakiiin..!!” Namun semakin saya berteriak, semakin menjadi pula kengerian itu saya rasakan. Pengalaman ini saya rasakan cukup lama dalam sujud pertama raka’at keempat tersebut.
Karena sudah merasa tak sanggup lagi, dengan maksud menenangkan diri saya pun bangkit untuk duduk di antara dua sujud. Namun perasaan itu terus saja hadir dan menjadi-jadi.. sampai-sampai saya tidak membaca do’a seperti biasanya, melainkan terus berteriak-teriak dalam hati, “Cukuuup...cukuuup ya Allah.. hamba meyakininya..!!”
Dan akhirnya.. hingga masuk ke tahiyat akhir dan setelah salam, perasaan itu pun mereda.. Namun saya masih tidak dapat menahan tangis yang terus saja menjadi.. bahkan hingga waktu maghrib tiba.. dan pengalaman itu pun berakhir..
Demikianlah pengalaman ini saya sampaikan... mudah-mudahan dapat menjadi sarana pengingat, khususnya untuk diri saya sendiri.
Hikmah  :
Satu hal yang hingga kini benar-benar saya yakini dan rasakan dari pengalaman saya itu adalah, bahwa neraka itu benar-benar sangat NYATA.. bahkan lebih nyata dari anak-anak kita.., istri kita.., orang tua kita.., rumah dan bumi kita.., matahari..dan bahkan lebih nyata dari nafas yang selalu kita hirup setiap saatNya..
Neraka itu FAKTA yang selalu menunggu kita untuk membuktikannya.. demikian pula SURGA.. Sedangkan kehidupan DUNIA yang sedang kita alami sekarang hakikatnya hanyalah FANA.
Source:


No comments:

Post a Comment