Pengalaman ketika Shalat Ashar
Pengalaman
ini saya alami ketika saya tengah melaksanakan Shalat Ashar beberapa waktu yang
lalu. Seperti biasanya saya suka tidur siang sejenak setelah Shalat Dzuhur,
namun hari itu saya tidur agak kelamaan, dan terbangun sekitar jam 16.30 sore.
Saya agak kaget ketika itu, karena hari sudah sangat sore dan saya belum Shalat
Ashar.
Di
sebelah saya lihat anak saya sedang asyik nonton film sore kesukaannya dan
istri saya tengah sibuk dengan kegiatan sorenya. Saya pun tidak langsung
beranjak ke kamar mandi untuk berwudhu, melainkan duduk sebentar (+
5menit) sambil ikut nonton acara TV yang sedang ditonton oleh anak saya.
Setelah
merasa sudah benar-benar 'bangun', saya langsung ke kamar mandi untuk
berwudhu dan langsung Shalat Ashar.
Dan
begini detail singkat ceritanya:
1.
Raka’at pertama
Setelah
membaca Al-Fatihah dan sebelum meneruskan dengan surat pendek yang saya hapal,
saya berdo’a dalam hati. ”Ya Allah.. akhir-akhir ini hamba suka membaca
terjemahan dari ayat-ayat Qur’anMu, bimbinglah hamba ya Rabb.. agar hamba tidak
salah dalam memahaminya.” Kira-kira begitu isi do’anya. Lalu kemudian saya
lanjutkan dengan membaca sebuah surat pendek dari Al-Qur’an.
Memang beberapa hari sebelumnya saya sedang asyik-asyiknya membaca terjemahan Al-Qur’an sambil membuat bookmark untuk ayat-ayat yang saya anggap menarik.
Memang beberapa hari sebelumnya saya sedang asyik-asyiknya membaca terjemahan Al-Qur’an sambil membuat bookmark untuk ayat-ayat yang saya anggap menarik.
2.
Raka’at kedua
Pada
saat saya sedang ruku', tanpa sadar saya mendengar sebuah kata dalam bahasa
inggris dari dialog acara TV yang sedang ditonton anak saya, dan tanpa disadari
pula saya jadi memikirkan kata tersebut sambil membayangkan, ”Cocoknya kata itu
kalo dijadikan kalimat, kalimatnya bagaimana yaa..??” Namun kemudian saya
tersadar “astaghfirullaah” pikiran saya kok kemana-mana, dan saya pun berusaha
untuk fokus lagi dengan bacaan shalat selanjutnya.
3.
Raka’at ketiga
Pada
saat saya sedang duduk diantara dua sujud dan setelah selesai membaca
do’a-do’anya, saya tiba-tiba teringat sebuah ayat Al-Qur’an yang begini isinya.
”Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada manusia yang diberi
ilmu.”
4.
Raka’at keempat
Pada
saat saya sedang sujud yang pertama, setelah membaca do’anya, tiba-tiba saya
mengalami sebuah perasaan yang kuat sekali akan adanya neraka. Seolah-olah saya
sedang “melihatnya”, namun tidak secara visual (tidak dengan mata), tapi
sungguh sangat jelas sekali dan sangat nyata. Bahkan lebih nyata dari kulit
saya sendiri, lebih nyata dari hujan yang ketika itu sedang turun, lebih nyata
dari anak dan istri yang ada di sebelah saya. Dan seketika itu pula saya menangis
sejadi-jadinya, tanpa sanggup saya menahannya, karena pengalaman itu semakin
jelas dan kuat merasuk.
Ketika
itu yang seolah-olah saya “lihat” adalah.. demi Allah tidak akan ada seorang
atau sesuatu pun yang sanggup masuk kedalam”nya”.., dan yang membuat saya
semakin ngeri pada saat itu adalah benar-benar sangat terasa bahwa yang namanya
“penyesalan” itu sama sekali tidak akan berguna di neraka. Namun neraka itu
sendiri benar-benar sangat penuh sekali dengan rasa “sesal”.., dan bukan
gejolak api atau bentuk visual fisik lainnya yang muncul pada saat itu..
Dalam hati saya berteriak-teriak menyatakan, “Ya
Allaaah..cukuuup..cukup sudah Engkau perlihatkan ini kepada hamba. Hamba yakin
ya Allaaah..hamba yakiiin..!!” Namun semakin saya berteriak, semakin menjadi
pula kengerian itu saya rasakan. Pengalaman
ini saya rasakan cukup lama dalam sujud pertama raka’at keempat tersebut.
Karena
sudah merasa tak sanggup lagi, dengan maksud menenangkan diri saya pun bangkit
untuk duduk di antara dua sujud. Namun perasaan itu terus saja hadir dan
menjadi-jadi.. sampai-sampai saya tidak membaca do’a seperti biasanya,
melainkan terus berteriak-teriak dalam hati, “Cukuuup...cukuuup ya Allah..
hamba meyakininya..!!”
Dan
akhirnya.. hingga masuk ke tahiyat akhir dan setelah salam, perasaan itu pun
mereda.. Namun saya masih tidak dapat menahan tangis yang terus saja menjadi..
bahkan hingga waktu maghrib tiba.. dan pengalaman itu pun berakhir..
Demikianlah
pengalaman ini saya sampaikan... mudah-mudahan dapat menjadi sarana pengingat,
khususnya untuk diri saya sendiri.
Hikmah :
Satu hal
yang hingga kini benar-benar saya yakini dan rasakan dari pengalaman saya itu
adalah, bahwa neraka itu benar-benar sangat NYATA.. bahkan lebih nyata dari
anak-anak kita.., istri kita.., orang tua kita.., rumah dan bumi kita..,
matahari..dan bahkan lebih nyata dari nafas yang selalu kita hirup setiap
saatNya..
Neraka
itu FAKTA yang selalu menunggu kita untuk membuktikannya.. demikian pula
SURGA.. Sedangkan kehidupan DUNIA yang sedang kita alami sekarang hakikatnya
hanyalah FANA.
Source:
No comments:
Post a Comment