Tema : Pelapisan Sosial Dan Kesamaan
Derajat
Seiring perkembangan zaman,
behel pun kini menjadi sebuah tren yang fenomenal bagi anak muda. Selain untuk merapikan gigi, behel
atau kawat gigi ini pun berfungsi sebagai aksesoris yang fashionable serta
melambangkan status sosial. Kesan yang ditimbulkan jika seseorang menggunakan
kawat gigi ialah trendi dan fashionable. Maka dari itu, tidaklah heran jika
banyak anak muda ingin menggunakan behel. Fenomena behel sebagai mode memang
tidak bisa dipungkiri telah menjadi trend dan gaya hidup, terlebih di kota-kota besar. Tuntutan
gaya hidup
membuat masyarakat perkotaan berlomba menjadi bagian dari trend tersebut, fenomena
ini menjamur di kalangan anak-anak muda, tujuan nya hanya untuk di akui di
dalam lingkungan pergaulan mereka. Fenomena bracket ini makin lama makin
menjadi-jadi karena bracket yang awalnya berfungsi untuk memperbaiki susunan
gigi sekarang justru cenderung tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.
Dari berbagai sumber ditemukan informasi bahwa ada dua jenis
kepercayaan diri yang ditimbulkan setelah menggunakan behel. Ada sebagian responden yang menjadi percaya
diri setelah behelnya terpasang, namun ada pula sebagian responden yang menjadi
percaya diri setelah susunan giginya menjadi rapi. Meskipun sama-sama bertujuan
untuk meningkatkan kepercayaan diri, kepercayaan diri ini memiliki pengertian
yang berbeda. Mereka memiliki kegelisahan terhadap susunan giginya yang tidak
rapi sehingga mereka mau menggunakan behel. Dengan susunan gigi yang rapi,
tentunya akan membuat gigi menjadi lebih sehat karena lubang dan karang pada
gigi akan sulit terbentuk. Namun, ada pula yang menggunakan behel karena takut
dianggap tidak gaul, takut dianggap orang miskin, dsb. Kemudian kami menemukan
kegelisahan tersebut berubah menjadi hasrat agar mereka diakui dan dapat tampil
percaya diri. Selain itu, ada pula yang menggunakan behel hanya untuk memenuhi
emotional benefit-nya. Seperti tertarik dengan warna karet yang unik, bentuk
karet yang ia sukai, dsb. Lalu ada pula yang menggunakan behel karena
kegelisahan dan sekaligus hasrat dalam dirinya. Contohnya adalah ada orang yang
memilih untuk menggunakan behel lagi setelah giginya rapi karena ia tidak
percaya diri dengan tampilan barunya tanpa behel. Selain itu, dia juga memiliki
alasan agar tampil fashionable dengan behel tersebut. Dari kasus ini terlihat
bahwa kegelisahan dan keinginan pada anak muda yang menggunakan behel berjalan
sekaligus.
Melihat hal ini, para pebisnis pun langsung mengambil
kesempatan dengan menawarkan beragam paket behel melalui internet dan bahkan
memproduksi jenis behel baru seperti behel fashion dan behel mainan. Banyak
para pebisnis yang menawarkan kepada masyarakat untuk menjadi reseller behel.
Selain para pebisnis, ahli gigi dan tukang gigi pun juga memanfaatkan momen
ini. Mereka pun berlomba-lomba untuk memenuhi hasrat dari konsumen. Sehingga
yang terjadi adalah maraknya penjualan behel dengan harga murah secara online
(melalui blog, website, ataupun situs jejaring sosial) dan juga maraknya ahli
gigi yang menawarkan jasa pemasangan behel dengan harga murah, bahkan ada pula
tukang gigi keliling yang memberikan jasa pemasangan behel dengan harga di
bawah Rp 500.000,00.
Behel atau bracket dalam dunia kedokteran gigi juga dikenal
sebagai kawat gigi adalah alat yang digunakan dalam perawatan ortodontik
yang membantu menyelaraskan dan meluruskan gigi dan membantu posisi geligi pada
posisi ideal di mana gigi atas dapat menggigit gigi bawah dengan
sempurna. Behel atau bracket merupakan alat ortodontik cekat
yang sering juga dengan peralatan ortodontik lain untuk membantu memperluas
langit-langit mulut atau rahang dan sebaliknya membantu dalam membentuk gigi
dan rahang. Untuk melakukan perawaan behel diperlukan dana yang tidak sedikit
untuk satu kali perawatan berkisar antara 3 Juta – 20 Juta tergantung kasus
pada pasien bahkan ada yang menarik bayaran lebih mahal lagi, untuk kontrol
biasanya berkisar antara 50rb – 100rb/kunjungan.
Perawatan dengan kawat gigi atau behel (perawatan
ortoddontik) yang dilakukan oleh orang yang benar-benar memahami ilmu
ortodontik dapat memperbaiki kesalahan bentuk atau posisi dari rahang.
Perbaikan dari susunan gigi dan rahang juga akan mempengaruhi bentuk atau profil
wajah dari seseorang secara keseluruhan. Tanpa ilmu yang benar pemakaian kawat
gigi bisa membuat wajah anda menjadi aneh. Mereka yang tidak mengerti ilmu
ortodontik secara benar (atau hanya mengetahui sepotong-sepotong) hanya akan
membuat gigi pasien terlihat rapi namun belum tentu posisi rahang pasien pas
untuk menggigit antara gigi atas dan gigi bawah (oklusi). Lebih celaka lagi
melakukan pemasangan kawat gigi pada orang yang tidak berpengalaman dan tidak
memiliki ilmu yang cukup bisa membuat wajah pasien menjadi lebih aneh dari
semestinya.
Seorang
tukang gigi (atau istilah lainnya : ahli gigi) di pinggir jalan sama sekali
tidak pernah mendapatkan pendidikan formal sebagai seorang dokter gigi dan
tidak memiliki kualifikasi untuk merawat gigi pasien khususnya melakukan
pemasangan kawat gigi atau behel. Apapun alasannya, walau katanya si tukang
gigi sudah pernah belajar tentang kawat gigi dan sebagainya tetap saja
kualifikasi mereka masih jauh dari seorang dokter gigi spesialis orthodontik
maupun dokter gigi umum.
Untuk menghindari penyakit tertular dari satu pasien ke
pasien lain atau ke dokter gigi yang bisa saja melalui air liur atau darah si
dokter gigi menggunakan barier berupa sarung tangan dan masker yang hanya boleh
digunakan sekali. Artinya hanya digunakan untuk 1 (satu) pasien. Alat-alat yang
digunakan oleh dokter gigi merupakan alat steril yang setelah digunakan pada 1
(satu) pasien dibersihkan dan dimasukkan ke alat sterilisasi khusus atau
langsung dibuang apabila menggunakan alat disposible.
Sekarang tinggal dibayangkan apabila melakukan perawatan
kawat gigi pada orang yang tidak memiliki pengetahuan yang lebih dibidang
tersebut? Mereka tidak mendapatkan pengetahuan mengenai cara sterilisasi
peralatan yang digunakan, tidak memiliki kualifikasi yang lebih untuk merawat
gigi yang tidak beraturan. Bisa jadi gigi si pasien bukannya menjadi baik dan
sehat namun akan menimbulkan masalah baru yakni resiko terkena penyakit menular
seperti HIV, Hepatitis, gigi goyang, rahang sakit saat membuka mulut dan masih
banyak lagi akibat buruk yang akan ditimbulkan
Sekarang ini kembali lagi kepada masyarakat untuk mencerna,
pasang kawat gigi pada dokter gigi non spesialis saja tidak dianjurkan apalagi
memasang kawat gigi pada praktek “tukang gigi” atau “ahli gigi” di pinggir
jalan. Sebagian masyarakat yang tidak mengetahui masalah perawatan orthodontik
secara umum sudah pasti menganggap remeh masalah ini. Namun tahukan anda
pemakaian alat-alat kedokteran gigi yang tidak memenuhi standar kesehatan pada
waktu pemasangan behel atau kawat gigi bisa menyebabkan infeksi silang dan
membahayakan kesehatan.
Jadi mana yang anda pilih behel
untuk melambangkan status sosial atau untuk kesehatan???
Source
:
No comments:
Post a Comment