Thursday, 27 December 2012

Fenomena Kawat Gigi (Behel), demi status sosial atau demi kesehatan??


Tema : Pelapisan Sosial Dan Kesamaan Derajat

Seiring perkembangan zaman, behel pun kini menjadi sebuah tren yang fenomenal bagi anak muda. Selain untuk merapikan gigi, behel atau kawat gigi ini pun berfungsi sebagai aksesoris yang fashionable serta melambangkan status sosial. Kesan yang ditimbulkan jika seseorang menggunakan kawat gigi ialah trendi dan fashionable. Maka dari itu, tidaklah heran jika banyak anak muda ingin menggunakan behel. Fenomena behel sebagai mode memang tidak bisa dipungkiri telah menjadi trend dan gaya hidup, terlebih di kota-kota besar. Tuntutan gaya hidup membuat masyarakat perkotaan berlomba menjadi bagian dari trend tersebut, fenomena ini menjamur di kalangan anak-anak muda, tujuan nya hanya untuk di akui di dalam lingkungan pergaulan mereka. Fenomena bracket ini makin lama makin menjadi-jadi karena bracket yang awalnya berfungsi untuk memperbaiki susunan gigi sekarang justru cenderung tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.
Dari berbagai sumber ditemukan informasi bahwa ada dua jenis kepercayaan diri yang ditimbulkan setelah menggunakan behel. Ada sebagian responden yang menjadi percaya diri setelah behelnya terpasang, namun ada pula sebagian responden yang menjadi percaya diri setelah susunan giginya menjadi rapi. Meskipun sama-sama bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri, kepercayaan diri ini memiliki pengertian yang berbeda. Mereka memiliki kegelisahan terhadap susunan giginya yang tidak rapi sehingga mereka mau menggunakan behel. Dengan susunan gigi yang rapi, tentunya akan membuat gigi menjadi lebih sehat karena lubang dan karang pada gigi akan sulit terbentuk. Namun, ada pula yang menggunakan behel karena takut dianggap tidak gaul, takut dianggap orang miskin, dsb. Kemudian kami menemukan kegelisahan tersebut berubah menjadi hasrat agar mereka diakui dan dapat tampil percaya diri. Selain itu, ada pula yang menggunakan behel hanya untuk memenuhi emotional benefit-nya. Seperti tertarik dengan warna karet yang unik, bentuk karet yang ia sukai, dsb. Lalu ada pula yang menggunakan behel karena kegelisahan dan sekaligus hasrat dalam dirinya. Contohnya adalah ada orang yang memilih untuk menggunakan behel lagi setelah giginya rapi karena ia tidak percaya diri dengan tampilan barunya tanpa behel. Selain itu, dia juga memiliki alasan agar tampil fashionable dengan behel tersebut. Dari kasus ini terlihat bahwa kegelisahan dan keinginan pada anak muda yang menggunakan behel berjalan sekaligus.
Melihat hal ini, para pebisnis pun langsung mengambil kesempatan dengan menawarkan beragam paket behel melalui internet dan bahkan memproduksi jenis behel baru seperti behel fashion dan behel mainan. Banyak para pebisnis yang menawarkan kepada masyarakat untuk menjadi reseller behel. Selain para pebisnis, ahli gigi dan tukang gigi pun juga memanfaatkan momen ini. Mereka pun berlomba-lomba untuk memenuhi hasrat dari konsumen. Sehingga yang terjadi adalah maraknya penjualan behel dengan harga murah secara online (melalui blog, website, ataupun situs jejaring sosial) dan juga maraknya ahli gigi yang menawarkan jasa pemasangan behel dengan harga murah, bahkan ada pula tukang gigi keliling yang memberikan jasa pemasangan behel dengan harga di bawah Rp 500.000,00.
Behel atau bracket dalam dunia kedokteran gigi juga dikenal sebagai kawat gigi adalah alat yang digunakan dalam perawatan ortodontik yang membantu menyelaraskan dan meluruskan gigi dan membantu posisi geligi pada posisi ideal di mana gigi atas dapat menggigit gigi bawah dengan sempurna. Behel  atau  bracket merupakan alat ortodontik cekat yang sering juga dengan peralatan ortodontik lain untuk membantu memperluas langit-langit mulut atau rahang dan sebaliknya membantu dalam membentuk gigi dan rahang. Untuk melakukan perawaan behel diperlukan dana yang tidak sedikit untuk satu kali perawatan berkisar antara 3 Juta – 20 Juta tergantung kasus pada pasien bahkan ada yang menarik bayaran lebih mahal lagi, untuk kontrol biasanya berkisar antara 50rb – 100rb/kunjungan.
Perawatan dengan kawat gigi atau behel (perawatan ortoddontik) yang dilakukan oleh orang yang benar-benar memahami ilmu ortodontik dapat memperbaiki kesalahan bentuk atau posisi dari rahang. Perbaikan dari susunan gigi dan rahang juga akan mempengaruhi bentuk atau profil wajah dari seseorang secara keseluruhan. Tanpa ilmu yang benar pemakaian kawat gigi bisa membuat wajah anda menjadi aneh. Mereka yang tidak mengerti ilmu ortodontik secara benar (atau hanya mengetahui sepotong-sepotong) hanya akan membuat gigi pasien terlihat rapi namun belum tentu posisi rahang pasien pas untuk menggigit antara gigi atas dan gigi bawah (oklusi). Lebih celaka lagi melakukan pemasangan kawat gigi pada orang yang tidak berpengalaman dan tidak memiliki ilmu yang cukup bisa membuat wajah pasien menjadi lebih aneh dari semestinya.
Seorang tukang gigi (atau istilah lainnya : ahli gigi) di pinggir jalan sama sekali tidak pernah mendapatkan pendidikan formal sebagai seorang dokter gigi dan tidak memiliki kualifikasi untuk merawat gigi pasien khususnya melakukan pemasangan kawat gigi atau behel. Apapun alasannya, walau katanya si tukang gigi sudah pernah belajar tentang kawat gigi dan sebagainya tetap saja kualifikasi mereka masih jauh dari seorang dokter gigi spesialis orthodontik maupun dokter gigi umum.
Untuk menghindari penyakit tertular dari satu pasien ke pasien lain atau ke dokter gigi yang bisa saja melalui air liur atau darah si dokter gigi menggunakan barier berupa sarung tangan dan masker yang hanya boleh digunakan sekali. Artinya hanya digunakan untuk 1 (satu) pasien. Alat-alat yang digunakan oleh dokter gigi merupakan alat steril yang setelah digunakan pada 1 (satu) pasien dibersihkan dan dimasukkan ke alat sterilisasi khusus atau langsung dibuang apabila menggunakan alat disposible.
Sekarang tinggal dibayangkan apabila melakukan perawatan kawat gigi pada orang yang tidak memiliki pengetahuan yang lebih dibidang tersebut? Mereka tidak mendapatkan pengetahuan mengenai cara sterilisasi peralatan yang digunakan, tidak memiliki kualifikasi yang lebih untuk merawat gigi yang tidak beraturan. Bisa jadi gigi si pasien bukannya menjadi baik dan sehat namun akan menimbulkan masalah baru yakni resiko terkena penyakit menular seperti HIV, Hepatitis, gigi goyang, rahang sakit saat membuka mulut dan masih banyak lagi akibat buruk yang akan ditimbulkan
Sekarang ini kembali lagi kepada masyarakat untuk mencerna, pasang kawat gigi pada dokter gigi non spesialis saja tidak dianjurkan apalagi memasang kawat gigi pada praktek “tukang gigi” atau “ahli gigi” di pinggir jalan. Sebagian masyarakat yang tidak mengetahui masalah perawatan orthodontik secara umum sudah pasti menganggap remeh masalah ini. Namun tahukan anda pemakaian alat-alat kedokteran gigi yang tidak memenuhi standar kesehatan pada waktu pemasangan behel atau kawat gigi bisa menyebabkan infeksi silang dan membahayakan kesehatan.
Jadi mana yang anda pilih behel untuk melambangkan status sosial atau untuk kesehatan???

Source :         


No comments:

Post a Comment