Tema : Ilmu
Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan
Fenomena
paradoks melanda negara berkembang, pertumbuhan ekonomi yang dianggap cukup
tinggi tetapi masih memiliki banyak masyarakat miskin. Apa penyebabnya?
Beberapa pakar ekonomi berpendapat penyebab utama dari kejadian ini adalah
tidak meratanya kesejahteraan yang dirasakan oleh rakyat, dimana terjadi
kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Yang kaya semakin kaya, dan yang
miskin semakin miskin.
Oleh karena
itu, diperlukan terobosan baru agar rakyat dapat lebih merasakan dan menikmati
pencapaian hasil-hasil pembangunan. Salah satu terobosan itu melalui program
pemberdayaan rakyat lewat pemanfaatan teknologi informasi.
Tulisan ini mencoba untuk
menggambarkan peluang memajukan atau meningkatkan taraf hidup rakyat terutama
menanggulangi masalah kemiskinan lewat pemanfaatan Information and
Communication Technology (ICT), berikut uraian peranan/kontribusi ICT dalam
beberapa cerita :
·
Pertama : Dengan ICT membuka ruang
komunikasi dan transaksi e-commerce yang memperkenalkan sumber daya alam di
suatu wilayah dan produk-produk agrobisnis yang dikelola oleh masyarakat
miskin, sehingga pemerintah, pengusaha, dan pemilik modal dapat melakukan
berbagai kerjasama untuk mendorong, memberdayakan, dan mensejahterakan
masyarakat miskin.
·
Kedua : Bantuan pemerintah kepada
masyarakat miskin sering salah sasaran, atau bantuan yang diberikan oleh
pemerintah tidak seperti yang diharapkan. Salah satu kunci permasalahan ini
adalah komunikasi yang kurang antara si pemberi bantuan dan yang
memohon/memerlukan bantuan. Dengan ICT, maka pemerintah dapat dengan segera
membuka ruang komunikasi dengan penduduk setempat untuk mengetahui apa yang
menjadi masalah utama, bantuan apa yang segera perlu diberikan, dan juga
mengawasi apakah bantuan sudah sampai di sasaran yang dimaksud. Dengan ICT,
kontrol si pemberi bantuan dapat mudah dilaksanakan dan aspirasi masyarakat
miskin dapat mudah tersalurkan, sehingga persoalan korupsi, atau bentuk
penyelewengan terhadap bantuan dapat diminimalkan.
·
Ketiga : Pada perdagangan tradisional
(tanpa ICT), persoalan yang sering terdengar adalah ketidakadilan dalam
perdagangan khususnya akses informasi yang sepihak atau lebih menguntungkan
para pengusaha besar. Pedagang kecil kekurangan pengetahuan dan akses pasar dan
harga, sehingga mereka terpinggirkan. Dengan ICT, partisipasi dan saling tukar
pengetahuan dan informasi dapat mudah dilakukan termasuk akses informasi pasar.
·
Keempat : Dengan kemajuan industri ICT
dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk dapat bekerja dalam industri
itu. Memang kendala utama adalah rendahnya pendidikan dan keahlian dari
masyarakat miskin. Tetapi bila melihat kemajuan di Italia, dimana perusahaan
turut memberikan kontribusinya untuk mensejahterakan masyarakat dengan cara
menarik masyarakat miskin untuk bekerja di industri, dan dalam jangka pendek
diberikan pelatihan dan dalam jangka panjang disekolahkan. Ini merupakan
terobosan untuk mengatasi masalah banyaknya masyarakat miskin yang sulit mendapatkan
pekerjaan karena rendahnya pendidikan. Kemajuan industri ICT tentu akan
berpengaruh langsung pada industri non-ICT yang memanfaatkan teknologi
informasi. Ini berarti, kemajuan industri ICT akan mendorong kemajuan industri
non-ICT, sekaligus memberikan kesempatan yang lebih besar dalam hal lapangan
kerja bagi masyarakat miskin.
·
Kelima : Grameen Bank adalah contoh
yang terbaik untuk memperlihatkan suatu institusi yang menjadi pioner dalam
pemberdayaan masyarakat miskin melalui ICT. Grameen Bank di Bangladesh memiliki
program mobile telephone disebut Grameen Phone dan menguasai 70% pasar, lebih
jauh lagi, Grameen Bank mengembangkan Internet Service Provider yang
menyediakan saluran internet di tiap kota di Bangladesh, dan juga dikembangkan
Grameen Software dan Grameen Education untuk pendidikan Teknologi Informasi
dalam mengembangkan sumber daya manusia yang menguasai teknologi. Penghasilan
yang diperoleh Grameen Bank dari semua usaha di atas tentunya untuk membantu
masyarakat miskin agar dapat lebih meningkat atau lebih berdaya.
·
Keenam : Dengan ICT, dapat dibangun
hubungan dan kerjasama antar usaha kecil dan menengah yang melibatkan
masyarakat miskin dalam suatu industri tertentu. Tentunya kerjasama ini dapat
mudah terjadi apabila terjalin komunikasi. Suatu industri dapat memberdayakan
masyarakat miskin untuk memproduksi suatu produk tertentu misalnya kerajinan
tangan, lalu dipasarkan oleh perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran,
untuk distribusinya ditangani oleh perusahaan yang bergerak di bidang distribusi,
untuk penjualan produk kerajinan tangan ke luar negeri ditangani oleh
perusahaan yang bergerak di bidang ekspor. Hubungan atau kerjasama ini
membentuk satu kekuatan yang hanya dapat terjadi apabila perusahaan-perusahaan
dapat saling mengenal. Oleh karena itu, dengan ICT hubungan ini dapat
dipermudah.
·
Ketujuh : Dalam program kesehatan untuk
kaum miskin lewat ICT, telah terbukti pada satu cerita dimana seorang perawat
di suatu daerah terpencil dengan menggunakan kamera digital yang terhubung ke
internet dapat merekam gejala penyakit pasien, lalu mengirimkannya ke dokter
yang terdekat, untuk selanjutnya dilakukan diagnosa dan pengobatannya dapat
diberitahukan kepada perawat itu lewat jalur internet.
·
Kedelapan : Dengan ICT, banyak orang
dapat melakukan komunikasi dengan mudah saling bertukar pengetahuan mengenai
cara mengelola usaha, atau bercocok tanam, atau menangkap ikan, dan pengetahuan
yang lainnya, yang dapat meningkatkan taraf hidupnya. Dengan ICT, banyak orang
dapat memperoleh informasi mengenai lowongan kerja atau mempertemukan antara
pekerja dan pekerjaan. Dengan ICT, memungkinkan orang untuk mendapatkan
informasi mengenai potensi suatu daerah, dan kekurangannya.
Dari kontribusi
ICT dalam mengurangi kemiskinan seperti yang diuraikan di atas, tentunya dapat
terlaksana apabila pemerintah di suatu negara punya komitmen untuk
mengembangkan ICT dan membuat berbagai kebijakan termasuk pembangunan
infrastruktur ICT sehingga masyarakat khususnya masyarakat miskin dapat
merasakan manfaat ICT dan lebih diberdayakan.
Kontribusi sektor ICT dalam Pertumbuhan Ekonomi
Pengalaman di
berbagai negara membuktikan Information and Communication Technology (ICT)
telah memainkan peranan yang penting, baik sebagai sektor produksi-ICT maupun
sektor pengguna-ICT. Kebijakan ekonomi setiap negara juga telah mengalami
pergeseran paradigma dari semula mengandalkan pada sumber daya alam, kini
bergeser pada ekonomi baru atau lazim disebut dengan information economy, dan
menentukan keunggulan suatu negara dalam berkompetisi di arena global. Bila
peran penting ICT dikaitkan dengan upaya menjadikannya tulang punggung untuk
mendorong pertumbuhan ekonomi, maka peningkatan perekonomian seperti halnya di
Indonesia melalui pemanfaatan ICT tidak akan maju dengan cepat bila tidak
didukung oleh seluruh stakeholder terkait yaitu Pemerintah, Dunia Usaha,
Masyarakat.
Kontribusi ICT
pada pertumbuhan ekonomi dan perkembangan sosial telah mendapat perhatian besar
pada beberapa tahun belakangan ini, terutama pada isu mengenai “ekonomi baru”.
Sektor produksi-ICT dan sektor pengguna-ICT amat beragam, antar dan di dalam
suatu negara. Fokusnya lebih banyak diberikan pada debat pengambilan keputusan
oleh pemerintah, kurang melihat efeknya pada kurang waktu jangka panjang.
Ada 3 (tiga) efek dari
pemanfaatan ICT dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, yaitu:
- pertama : Investasi ICT dalam berbagai sektor
membantu peningkatan produktifitas tenaga kerja.
- kedua : Kemajuan teknologi di dalam
memproduksi barang-barang teknologi tinggi memberikan kontribusi untuk
kemajuan sektor ICT
- ketiga : Penggunaan yang lebih meningkat dari
ICT membantu perusahaan untuk melakukan efisiensi secara menyeluruh.
Studi di
beberapa negara menunjukkan investasi dalam sektor ICT mengalami kecepatan
pertumbuhan didorong oleh perluasan pasar ke negara-negara yang belum mampu
mengembangkan ICT. Sebagai contoh, negara Jepang dan Amerika adalah negara
dengan kecepatan pengembangan teknologi maju yang memberikan kontribusi kuat
pada pendapatan nasional mereka.
Perkembangan
riset dalam sektor ICT mendorong kemajuan komputer dan telekomunikasi sehingga
menarik banyak investor dan perusahaan baru dalam sektor produksi-ICT. Hal ini
membuat persaingan semakin ketat dan harga produk ICT menjadi rendah, sehingga
terjadi peningkatan pemakaian produk ICT secara meluas dan mempengaruhi
pertumbuhan produktifitas.
Sektor
produksi-ICT merupakan sektor yang menjadi daya tarik bagi beberapa negara
seperti Jepang. Hal ini mendorong perubahan teknologi dalam pasar yang cepat.
Perkembangan ini juga diikuti dengan perkembangan dalam bidang jasa ICT seperti
jasa konsultan ICT, jasa training dan jasa pengembangan software. Tidak banyak
negara yang menfokuskan pada sektor produksi-ICT, hal disebabkan oleh tuntutan
ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Negara Jepang adalah
salah satu negara dengan semangat nasionalismenya mau membangun SDM-nya untuk
pengembangan teknologi. Hasilnya, saat ini Jepang menjadi salah satu negara
yang terbesar memberi perhatian dalam sektor produksi-ICT yang ditandai dengan
banyaknya riset yang dilakukan dan memperoleh manfaatnya dalam menumbuhkan
ekonomi mereka.
Alasan lain mengapa tidak banyak
negara yang bergelut di sektor produksi ICT adalah dibutuhkan anggaran yang
besar untuk entry cost dari proyek-proyek penelitian untuk pengembangan ICT.
Sebagai contoh, Amerika dalam mengembangkan semi-conductor di tahun 1999
membutuhkan dana sebesar 1.2 milyar dollar Amerika. Ini berarti entry cost
(first cost) memang terbilang tinggi tetapi ketika pengembangan semi-conductor
itu telah selesai maka untuk memproduksi/memperbanyak semi-conductor yang baru
memerlukan biaya relatif lebih rendah, dan tentu hal ini memberikan keuntungan
yang besar bagi Amerika terutama ekspor ke luar negeri.
Berbeda halnya
dengan sektor produksi-ICT, dalam sektor pengguna- ICT lebih banyak negara yang
bergelut di sektor ini dan memperoleh manfaatnya. Sektor jasa keuangan dan bisnis di
dunia adalah sektor pengguna ICT yang banyak menggunakan produk teknologi
tinggi untuk menefesienkan pekerjaan atau meningkatkan produktifitas tenaga
kerja.
Perkembangan
industri di sektor pengguna-ICT dipengaruhi pula oleh proses globalisasi yang
ditandai dengan era keterbukaan informasi dan perkembangan ilmu dan teknologi. Globalisasi ini juga menimbulkan
tuntutan terhadap peningkatan produktifitas kerja agar dapat berkompetisi di
tengah-tengah persaingan yang semakin ketat. Peranan ICT di berbagai sektor memberikan
energi positif untuk meningkatkan profit suatu perusahaan dan secara makro
untuk meningkatkan ekonomi suatu bangsa.
Dalam perkembangannya, ICT digunakan
untuk mendukung supply-chain secara terpadu yaitu jaringan kerjasama antar
perusahaan untuk menawarkan suatu produk sampai ke tangan konsumen, hal ini
memberikan nilai tambah atau nilai bisnis bagi pelaku bisnis. Kontribusi sektor
produksi-ICT dan sektor pengguna-ICT di beberapa negara telah membuktikan hasil
yang mendorong pertumbuhan ekonomi, diantaranya pembukaan lapangan kerja,
peningkatan produktifitas tenaga kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat
sekaligus penanggulangan kemiskinan.
Source:
No comments:
Post a Comment