Thursday, 27 December 2012

PEMUDA DAN IDENTITASNYA


Tema : Pemuda dan Sosialisasi

 Apakah itu pemuda? Pemuda adalah manusia-manusia yang muda sebagai penerus generasi-generasi sebelumnya. Atau pemuda juga dapat diartikan sebagai golongan orang-orang muda dalam masyarakat dimana mereka adalah penerus generasi sebelum mereka yang tugas para pemuda-pemuda ini adalah melanjutkan perjuangan para pahlawan terdahulu dan mengisinya dengan pembangunan melalui edukasi atau pendidikan saat ini. Pembangunan yang kini telah berlangsung merupakan hasil-hasil ide dan kerja keras pemuda-pemuda kita dan tentunya generasi sebelumnya. Alangkah baiknya, para pemuda-pemuda kita tetap menjaga dan melanjutkan pembangunan.
Para pemuda-pemuda Indonesia umumnya berusia berkisar antara 15-21 tahun. Untuk dapat menjaga dan menlanjutkan pembangunan, pemuda-pemuda Indonesia masih memerlukan edukasi dan pembinaan serta pengembangan untuk menjadi pribadi pemudah kearah yang lebih baik. Dalam  proses kehidupannya, para pemuda Indonesia mengalami sosialisasi baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, institusi, ataupun dalam masyarakat setiap hari.
Sosialisasi menurut adalah suatu proses pembinaan dan pengembangan individu serta penanaman kebiasaan, nilai-nilai, aturan dan norma dari generasi sebelumnya ke generasi setelahnya di dalam suatu kelompok dan masyarakat. Pemuda dimana dalam sosialisasi ini, membawa andil dan pengaruh yang cukup besar dalam membina dan mengembangkan hidup di masyarakat. Proses seperti itulah yang disebut dengan sebutan proses sosialisasi. Proses sosialisasi pada manusia hakikatnya telah terjadi sejak individu itu lahir di dunia dan terus akan berproses sampai dengan akhir hidupnya.
Pemuda melalui proses sosialisasi, akan tumbul cara berpikir kritis dan kebiasaan-kebiasaan dalam kehidupan bersosial dalam hidupnya. Dengan proses bersosialisasi, seorang pemuda tahu posisinya dan bagaimana cara bertingkah laku di dalam masyarakat dan adat istiadat lingkungannya. Proses sosialisasi ini dapat menjadikan pemuda lebih dewasa dan dapat membimbing lingkungannya menjadi masyarakat yang beradab. Untuk pemuda sendiri, sosialisasi diartikan sebagai proses yang membantu pemuda bermediakan belajar dan beradaptasi, bagaimana cara mereka berpikir, bagaimana cara mereka bertindak dalam masyarakat, dan bagaimana mereka menjalankan perannya dalam masyarakat, serta bagaimana fungsi mereka sebagai pemuda sendiri di dalam masyarakat.
Teman atau kawan dari seorang pemuda mempunyai pengaruh yang besar dalam menemukan identitas dari sipemuda itu sendiri. Karena jika si pemuda mendapatkan teman yang mempunyai identitas yang buruk otomatis teman si pemuda itu akan melakukan penyimpangan di depan si pemuda yang sedang bingung atau belum menemukan identitasnya, dalam waktu yang singkat si pemuda pencari identitas itu akan mengikuti perilaku dari temannya dengan melakukan penyimpangan seperti temannya. Tetapi semua ini dapat ditanggulangi dengan pemilihan teman untuk si pemuda itu sendiri, terkadang memilih milih teman itu ada baiknya dalam menemukan identitasnya. Para pemuda yang masih bimbang atau belum mendapatkan identitasnya sebaiknya memilih teman yang berprilaku baik atau tidak menyimpang norma norma dan hukum yang ada dimasyarakat.
Ketika si pemuda mendapatkan identitas yang buruk, dapat di perbaiki sebelum perilaku buruknya menjadi pelanggaran norma norma dan hukum. Dengan cara meninggalkan kebiasaan buruknya dan mencoba memulai kebiasaan baik, dalam hal ini teman menjadi pengaruh yang besar pula. Ketika si pemuda mempunyai identitas yang buruk, sebaiknya si pemuda berteman dengan orang orang yang mempunyai perilaku yang baik. Sehingga dapat menjadikan pengaruh untuk si pemuda itu untuk menjadikan identitas buruknya menjadi baik dan tidak melanggar norma norma.
Pemuda juga mempunyai masalah-masalah sebagai generasi muda. Proses sosialisasi yang tidak tepat dan salah membawa pengaruh yang cukup besar. Contohnya saja sosialisasi yang salah tentang pergaulan dan informasi yang salah yang diberikan kepada para pemuda, misalnya pemuda yang tidak aktif dalam melanjutkan kemerdekaan, pemuda yang menyimpang seperti mengkonsumsi narkoba dan lain-lain. Contoh-contoh tadi merupakan masalah-masalah pemuda yang harus segera dihilangkan. Sebagai pengganti masalah tadi, seharusnya para pemuda Indonesia dapat melihat potensi dirinya untuk dapat memgembangkan dirinya sendiri membina masyarakat.
Potensi pemuda-pemuda Indonesia cukup banyak, sebanding dengan jumlah
pemuda-pemuda di Indonesia. Pemuda dalam potensinya harus bisa melanjutkan perjuangan dalam rangka mengisi kemerdekaan Indoensia. Menurut saya pemuda sebagai mahasiswa perguruan tinggi, harus bisa memilah, menyerap, dan menerapkan cara berpikir dan bertingkah laku kritis sebagai pemuda-pemudi Indonesia. Sebagai pemuda-pemudi Indonesia generasi sekarang, hendaknya kita membantu perjuangan generasi sebelumnya untuk melanjutkan pembangunan dalam mengisi kemerdekaan.

Source :         

No comments:

Post a Comment